MUARA ENIM,Zonanusantara.my.id.Kecamatan Gelumbang — Dugaan kejanggalan dalam proyek lanjutan pembangunan pagar Kantor Kepala Desa Melilian semakin sulit diabaikan. Setelah sebelumnya ditemukan ketidaksinkronan antara nama perusahaan pada papan informasi proyek dengan data LPSE, kini muncul temuan baru yang jauh lebih mencolok: dalam kurun waktu hanya dua hari, papan proyek berganti dua versi nama perusahaan pelaksana.
Padahal proyek ini bukan proyek kecil. Menggunakan dana APBD-P 2025 dengan nilai hampir Rp200 juta, seharusnya seluruh proses pelaksanaan kegiatan publik menjunjung tinggi asas transparansi, akuntabilitas, serta keterbukaan informasi.
Hari Pertama: Nama CV. Dika Pratama Tertera Jelas
Pada Jumat, 28 November 2025, papan proyek pertama terlihat berdiri rapi di lokasi kegiatan. Informasi yang tercantum pada plang cukup lengkap, mulai dari:
Pelaksana: CV. Dika Pratama
Nilai kontrak tertera sesuai anggaran
Waktu pengerjaan 40 hari kalender
Sumber anggaran APBD-P 2025 melalui Dinas PMD Kabupaten Muara Enim
Semua tampak normal — hingga beberapa jam kemudian.
Tak Ada Pengumuman, Nama Perusahaan Tiba-tiba Berubah
Tanpa penjelasan apa pun kepada publik, papan proyek tersebut diganti. Kini muncul plang baru dengan nama berbeda:
CV. Berkah Yakin tercatat sebagai pelaksana proyek
Tak ada klarifikasi, tak ada surat perubahan di lokasi, tak ada pemberitahuan resmi. Perubahan ini begitu cepat hingga warga mempertanyakannya — mengapa proyek bernilai hampir Rp200 juta bisa berganti identitas perusahaan hanya dalam hitungan jam?
Warga Bertanya-tanya: Ada Apa di Balik Semua Ini?
Beberapa warga yang menyaksikan langsung perubahan tersebut mengaku heran, bahkan resah. Mereka mempertanyakan dasar hukum dan etika penggunaan dana publik jika papan proyek — yang merupakan instrumen transparansi utama — tidak konsisten sejak awal.
“Kalau papan saja berubah-ubah, bagaimana kami bisa percaya pengerjaannya benar?”
ungkap salah satu warga.
Warga bahkan menyebut fenomena ini sebagai “tanda bahaya” dalam pengelolaan anggaran
Saat dikonfirmasi terkait siapa kontraktor atau pemborong yang mengerjakan proyek tersebut, Kepala Desa Melilian hanya menyebut bahwa pihak pelaksana “punya sangkut”, tanpa memberikan penjelasan rinci.
Namun ketika ditanya lebih jauh mengenai dua kali pergantian papan proyek dalam satu hari, hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban resmi.
Publik Menunggu Transparansi
Dengan dinamika cepat dan perubahan nama perusahaan yang tak wajar ini, publik berharap pejabat terkait — mulai dari pelaksana proyek hingga pihak dinas — memberikan penjelasan yang jelas, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena pada akhirnya, muncul satu pertanyaan besar yang menggema di tengah masyarakat:
“Jika hal mendasar seperti papan proyek saja membingungkan, bagaimana kami bisa percaya pada pelaksanaan fisiknya?”
Media ini akan menayangkan lanjutan pemberitaan apabila pihak terkait memberikan klarifikasi atau keterangan resmi.





