
Ogan Ilir.zonanusantara.my.id
Lagi-lagi publik dikejutkan dengan maraknya praktik mafia solar ilegal. Kali ini dugaan kuat mengarah pada seorang oknum berinisial RM yang disebut-sebut menjadi dalang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di desa parit indralaya utara.
Aksi kotor ini berjalan mulus tanpa hambatan, seolah-olah hukum kehilangan wibawanya di mata masyarakat. Polres Oi terkesan menutup mata, sementara Polda Sumsel pun dipertanyakan: apakah ikut bungkam atau sengaja membiarkan?
Warga mulai geram. “Kami sudah lihat mobil-mobil masuk keluar gudang hingga larut malam, solar ilegal ditimbun seenaknya. Tapi kok tidak ada aparat yang bergerak? Kami menduga Jangan-jangan sudah ada setoran mengalir ke oknum tertentu!” tegas seorang masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan.Mirisnya, praktik mafia solar ini jelas-jelas merugikan negara. Solar bersubsidi yang seharusnya dinikmati rakyat kecil, justru dikuasai segelintir oknum untuk kepentingan bisnis menimbun kekayaan mereka pribadi. Masyarakat resah, sopir truk dan nelayan kesulitan dapat solar, sementara mafia dengan santai menimbun dalam jumlah besar.
Pertanyaan besar pun muncul: apakah aparat penegak hukum hanya tajam ke rakyat kecil, tapi tumpul bila berhadapan dengan mafia BBM? Jika benar demikian, maka wajar bila kepercayaan publik terhadap institusi hukum semakin terkikis.
Padahal, Presiden RI dan Kapolri sudah berulang kali menegaskan basmi mafia migas, jangan beri ruang bagi praktik ilegal yang merugikan rakyat. Namun faktanya, di Oi justru muncul “raja-raja kecil” yang kebal hukum.
Masyarakat menantang Polda Sumsel untuk turun tangan langsung dan menindak tegas mafia solar yang diduga milik RM .
Jangan sampai rakyat menilai, hukum hanya menjadi alat mainan segelintir elit dan aparat yang bermental korup.
“Kalau Polda juga diam, artinya kami menduga ada kongkalikong. Negara kalah dengan mafia!” seru warga dengan nada pedas.
Red



