LSM APM Soroti CSR Pertamina: Masih Banyak Masyarakat Lokal Belum Rasakan Manfaat, Dinilai Tak Optimal

banner 468x60

LSM APM Soroti CSR Pertamina: Masih Banyak Masyarakat Lokal Belum Rasakan Manfaat, Dinilai Tak Optimal

Cakrawalanational.news-Prabumulih, – Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Pemerhati Masyarakat (LSM APM) menilai program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina dan anak-anak perusahaannya di Kota Prabumulih belum berjalan optimal. Ketua APM, Abi Rizky Rahmat, menegaskan bahwa hingga 2025 ini, sebagian besar masyarakat di daerah penghasil minyak dan gas belum merasakan manfaat nyata dari program CSR yang seharusnya menjadi hak mereka.

Abi menyoroti bahwa sejak 2023 hingga sekarang, program CSR Pertamina seolah tenggelam dan tidak lagi mudah diakses oleh masyarakat lokal seperti di tahun-tahun sebelumnya. Padahal, kata dia, sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat dan peraturan presiden, daerah penghasil memiliki hak atas kompensasi sosial berupa bantuan pendidikan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

> “Kami sebagai warga lokal di wilayah penghasil minyak dan gas seharusnya juga merasakan manfaat dari apa yang diambil dari tanah leluhur kami. Tapi yang terjadi sekarang, justru nol persen. Tidak ada dampak yang benar-benar terasa,” ungkap Abi.

 

Ia juga menyoroti soal ketidakjelasan sasaran program CSR, khususnya dalam penyaluran beasiswa. Menurutnya, pada tahun 2023 sempat terjadi penyaluran beasiswa yang tidak transparan dan berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat lokal.

> “Kami bahkan tidak tahu siapa penerima beasiswa itu, apakah benar dari masyarakat daerah penghasil atau bukan. Ini yang perlu dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Abi menilai bahwa keberadaan anak-anak perusahaan Pertamina di Prabumulih seolah-olah hanya fokus pada bisnis dan keuntungan semata, tanpa ada keberpihakan pada masyarakat sekitar.

> “Semua seperti pura-pura tidak tahu. CSR tidak dijalankan sesuai prosedur, tidak ada transparansi, tidak ada partisipasi publik. Yang kami lihat, masyarakat hanya menjadi penonton di atas kekayaan alam sendiri,” tambahnya.

 

Abi juga mengungkapkan bahwa perjuangan para aktivis lokal sejak era sebelumnya, termasuk ayahnya yang aktif menyuarakan hak masyarakat lewat aksi-aksi demonstrasi, kini tak lagi tampak mendapatkan perhatian dari pihak korporasi.

> “Perjuangan ayah saya dan para tokoh lokal terdahulu seolah tak pernah dihargai. Wajar jika dulu mereka marah dan turun ke jalan, karena hingga kini tidak ada realisasi nyata,” tutup Abi.

 

LSM APM mendesak adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan CSR oleh Pertamina dan seluruh anak perusahaannya yang beroperasi di wilayah Prabumulih. Mereka juga mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk ikut menekan perusahaan agar menjalankan kewajiban sosialnya secara adil dan tepat sasaran.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *